September 2020


anekainfounik.net
Restoran yang ini terletak di tengah Kota Mataram, yang menawarkan kuliner khas daerah Sunda yang memang menjadi salah satu makanan pilihan lokal di daerah sana. Di sana terkenal dengan berbagai macam pepesnya, anda bisa pesan pepes ikan asin, ikan tuna dan juga pepes jamur. Setelah menikmati kuliner khas Sunda ini, anda bisa pesan makanan penutupnya yaitu scoop gelato homemade dengan varian rasa yang beragam.


piknikasik.id
Selain restoran Pak Udin, ternyata ada satu restoran lagi yang juga menawarkan ayam taliwang yang rasanya juga tidak kalah enak. Restoran ini beralamat di Jl. Ade Irma Suriyani No. 10 Karang Taliwang Mataram. Di restoran ini ada dua area makan, satu di dalam ruangan, dan satu lagi di luar ruangan. Anda bisa pilih sesuai keinginan dan sambil menikmati pemandangan taman yang amat hijau dan alami itu. Selain ayam taliwang, ada juga menu lain yang bisa anda pesan, yaitu ikan bakar taliwang, plecing kangkung dan sate Lombok.


goodindonesianfood.com
Untuk anda pecinta ikan bakar, anda bisa mampir ke rumah makan ini yang beralamat di JL. Hutan Wisata no. 7, Suranadi Mataram. Ikan bakar di tempat ini memiliki rasa yang khas sehingga tidak salah lagi jika restoran ini menjadi favorit banyak orang dan tidak pernah sepi. Ikan bakar madu ini mempunyai cita rasa yang amat khas karena dibakar melalui tungku kayu dan olahan bumbu rempah yang sudah turun-temurun.

Roemah Langko

.apwtour.com
Tempat makan yang ini berkonsepkan rumah zaman dulu, restoran ini menawarkan kesan tersendiri bagi pengunjungnya. Dulu restoran ini merupakan rumah tinggal yang sekarang sudah disulap menjadi sebuah restoran vintage yang menampilkan kesan mewah. Selain itu, restoran ini menawarkan berbagai makanan khas Lombok yang nikmat. Restoran ini buka mulai dari pagi pukul 10.00 sampai 10.30 malam.


www.myguidelombokandgilis.com
Jika merasa bosan dengan kuliner khas Lombok, ada juga restoran yang menawarkan kuliner ala Mediterania. Namun, harganya sedikit mahal. Namun itu tidak masalah setidaknya anda bisa sesekali mencicipi makanan ini. Disini, anda bisa mencoba Smoked Salmon dengan campuran keju feta dan alpukat dibungkus dengan roti pita dan juga telur rebus. Atau anda juga bisa mencoba beef kebab skewer dan pasta check houkanya.


travelingyuk.com
Tidak lengkap rasanya jika anda tidak mencoba makanan yang satu ini, katanya makanan yang satu ini adalah menu wajib yang ada di setiap rumah makan karena sangat khas dengan Pulau Lombok. Akan tetapi, meskipun banyak yang menjual ayam taliwang ini, tetap saja rumah makan Pak Udin ini sedikit berbeda dengan yang lain, terutama dalam hal bahan bakunya yang berkualitas tinggi dicampur dengan bumbu-bumbu rahasia yang tentunya menghasilkan rasa yang luar biasa enak. Selain itu, harganya juga sangat bersahabat.


Garnesia.com
Tempat makan yang satu ini juga tidak kalah kerennya, di mana juga menyediakan berbagai jenis kuliner khas Lombok, mulai dari ayam bakar taliwang, plecing kangkung, dan banyak menu pilihan lainnya yang justru membuat anda ketagihan. Soal harga sesuai dengan kantong anda tentunya. Tempat makan ini buka setiap hari mulai dari pagi hingga malam yaitu pukul 22.00 WIB.


cahyacaihonk.blogspot.com
Ketika hendak berlibur ke Lombok, kurang sempurna rasanya jika anda tidak mampir ke rumah makan yang satu ini, dimana menyediakan masakan khas Lombok yang rasanya sudah sangat terkenal. Adapun jenis makanannya salah satunya yaitu nasi balap puyung, jika dilihat secara penampilan, kuliner ini terlihat sederhana, namun, jangan tanya soal rasanya yang sangat enak sehingga rumah makan ini sangat ramai pengunjung. Rumah makan ini terletak di jl. Raya Putung, Desa Puyung, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Provinsi NTB.

Beli di www.CukaApelBragg.com menjual cuka apel berkualitas, berkhasiat dan original. Menyediakan layanan secara online sehingga memudahkan Anda dalam membeli cuka apel dimana pun, termasuk bagi Anda yang tinggal di Lombok Timur.

Cuka apel atau yang lebih populer dengan nama Apple Cider Vinegar sudah lama terkenal di dunia kesehatan karena mengandung berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan dan kecantikan. Cuka Apel Bragg Apple Cider Vinegar di hasilkan dari proses fermentasi dari sari apel yang membentuk larutan asam yang lebih di kenal sebagai cuka apel.

Cuka Apel Bragg Apple Cider Vinegar berasal dari apel segar yang di tanam secara organik dan di proses secara higienis sehingga menghasilkan cuka apel terbaik. Cuka Apel Bragg mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Tertarik menggunakan Cuka Apel Bragg? Anda bisa melakukan pemesanan secara online di www.CukaApelBragg.com dan cuka apel akan dikirimkan ke tempat Anda di Lombok Timur.

Pemesanan tanpa minimal order, sehingga bisa memesan dengan sesuai keinginan Anda dan tentu lebih praktis daripada mencari tempat yang jual cuka apel di Lombok Timur.
Customer Service dan Edukasi :
HP/WA: 082349002190

Berburu Oleh-oleh Khas Lombok di Pusat Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek

Tak lengkap rasanya jika piknik tanpa membeli oleh-oleh. Demikian halnya saat melancong ke Lombok, Anda juga wajib membawa buah tangan khas pulau ini. Bukan hanya makanan atau cindera mata seperti perhiasan mutiara atau pernik-pernik kecil lainnya, dari Lombok Anda juga bisa membawa gerabah sebagai oleh-oleh. Lalu, dimana tempat membeli gerabah yang khas Lombok. Tenang! Datu Lombok akan mengajak Anda berburu oleh-oleh khas Lombok di pusat kerajinan gerabah di Desa Banyumulek.
Desa Banyumulek berada di Kecamatan Kediri, di Kabupaten Lombok Barat. Desa ini merupakan satu-satunya sentra pembuatan gerabah di pulau yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Penduduk desa ini pun 80 persen merupakan pengrajin gerabah. Tak mengherankan jika gerabah yang dihasilkan di desa ini pun beraga.
Salah satu gerabah yang sayang untuk dilewatkan adalah Kendhil Maling. Bentuknya yang unik sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai pemanis rungan. Tentu saja, di tempat ini masih terdapat banyak ragam gerabah lain yang bentuknya unik-unik. Anda dapat memilihnya sesuai dengan selera. Bukan hanya berbelanja gerabah, di Desa Banyumulek Anda juga bisa mempelajari pembuatan gerabah tradisional khas Lombok. Tak kalah menarik dari pengalaman itu, mengabadikan keunikan di setiap sudut desa ini juga bisa menjadi cara lain untuk mengenang liburan Anda ke Lombok. (y)
Tag:  Berburu Oleh-oleh Khas Lombok di Pusat Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek, Desa Banyumulek, Pusat gerabah di Lombok, Sentra gerabah di Lombok, Lombok, Lombok Barat,

Lombok dikenal dengan keindahan alamnya, mulai pantai hingga gua. Namun kali ini kontributor Travelingyuk, Aziz Syafroni, akan mengajak Teman Traveler ke lokasi yang cukup berbeda. Tempat yang dimaksud adalah sentra kerajinan gerabah Banyumulek, Lombok Barat. Seperti apa? simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Desa Wisata Lombok

Gerbang masuk Desa Wisata Banyumulek (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Banyumulek termasuk salah satu kawasan desa wisata di Lombok. Daerah ini memang terkenal dengan kerajiban gerabahnya. Reputasi tersebut sudah bisa dibuktikan sejak Teman Traveler menjejakkan kaki di gerbang masuk desa.
Salah seorang warga Banyumulek tampak sedang membuat kerajinan gerabah. Prosesnya dilakukan begitu teliti dan mendetail. Agar maksimal saat dibakar, permukaan gerabah dibasahi air sedikit demi sedikit.
Salah seorang warga Banyumulek sedang membuat kerajinan gerabah (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Desa Banyumulek merupakan salah pusat pembuatan kerajinan gerabah terbesar di Lombok. Namanya sudah tak asing di telinga sebagian besar masyarakat Pulau Seribu Masjid.

Ragam Hiasan Cantik dari Gerabah

Hiasan dinding dari tanah liat (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Teman Traveler yang menyukai wisata berbau budaya wajib berkunjung ke Desa Wisata Banyumulek. Terdapat sederet kerajinan tradisional cantik terbuat dari tanah liat. Semua diolah sedemikian rupa hingga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.
Seperti yang Teman Traveler bisa lihat di atas, salah satu kerajinan tersebut berbeuntuk hiasan dinding dengan kaligrafi Al Quran. Bentuknya cantik, cocok pula dijadikan oleh-oleh untuk kerabat di rumah.
Kendi cantik dari tanah liat (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Ada juga kendi dengan motif cantik dan menarik, berhiaskan corak bunga keemasan maupun gambar itik Ukurannya beragam, panjang hingga pendek. Kendi ini bisa digunakan untuk mandi maupun mengambil air wudhu.
Asbak dan gelas dari tanah liat (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Kerajinan lainnya meliputi wadah serbaguna untuk menyimpan buah atau makanan lainnya. Teman Traveler juga bisa menemukan gelas dengan hiasan motif cantik. Terlihat sangat menarik bukan?
Piring dari tanah liat (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Satu lagi yang tak kalah menarik adalah piring dari tanah liat. Bentuknya lumayan unik, dengan hiasan putih bernuansa tradisional. Sangat layak dijadikan buah tangan usai mengunjungi Lombok.

Melihat Langsung Proses Pembuatan Kerajinan

Pengunjung Desa Wisata Banyumulek juga bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan gerabah. Seperti terlihat dalam gambar di atas, kendi-kendi ditata rapi selama memasuki proses pengeringan. Semuanya dibuat dari tanah liat.
Salah satu perwakilan warga desa akan menyambut pengunjung dengan ramah. Teman Traveler akan diajak menyaksikan proses pembuatan gerabah mulai dari penjemuran, penghalusan, pengecatan, hingga akhirnya menjadi kerajianan cantik.

Mudah Dijangkau dan Cukup Murah

Kerajinan gerabah Desa Banyumulek (c) Aziz Syafroni/Travelingyuk
Desa Banyumulek terletak di Jl Kediri, Kabupaten Lobar, Nusa Tenggara Barat. Dari wilayah Mataram bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit.
Selain melihat pembuatan kerajinan gerabah, Teman Traveler juga bisa membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Harganya lumayan terjangkau, mulai Rp30.000 hingga Rp100.000. Soal kualitas tak perlu diragukan, bahkan ada yang sampai diekspor ke Selandia Baru.
Itulah sedikit ulasan mengenai kerajinan gerabah Desa Banyumulek, Lombok Barat. Jangan lupa sempatkan datang ke sini jika Teman Traveler sedang berkunjung ke Pulau Seribu Masjid.
ADVERTISEMENT
Tags
Indonesia Lombok Lombok Barat Travelingyuk wisata lombok
Share
   


Desa Wisata Cibuntu, Camping Asik Ditengah Suasana Menarik

ADVERTISEMENT
Tidak hanya populer dengan destinasi wisata pantai, hutan tropis dan pulau-pulau kecilnya, Indonesia juga punya daya tarik dari deretan desa wisata yang dimilikinya. Salah satu desa terbaik Indonesia adalah Cibuntu yang berlokasi di Jawa Barat. Setiap tempat tentu memiliki daya tarik tersendiri begitu pula Desa Wisata Cibuntu yang dapat Teman Traveler simak ulasannya berikut ini.

Alam yang Memesona

Dekat dengan Hutan Pinus via Instagram @ghanyabdul91
Setiap desa wisata pasti memiliki ketertarikan sendiri, begitu pula dengan Cibuntu yang memiliki pemandangan alam nan indah lengkap dengan panorama Gunung Ciremai yang apik sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. Selain panorama alam disekitarnya, masyarakat Desa Wisata Cibuntu juga mengelola wisata alam dan budayanya dengan sangat baik. Tidak hanya menarik minat wisatawan, melainkan juga meningkatkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Ragam Aktivitas Menarik

Kolam Renang via Instagram @kimfloating
Meski telah menjadi area wisata, namun destinasi yang satu ini tidak merubah ciri khas yang dimilikinya termasuk suasana pedesaan yang alami karena memang destinasi ini dilestarikan dengan cara yang masih tradisional. Tidak hanya itu, Teman Traveler dapat menemukan beragam aktivitas menarik seperti mengunjungi Komplek Domba, menyaksikan musik angklung yang dimainkan oleh anak-anak desa hingga wisata offroad cibuntu bagi Teman Traveler yang suka menyusuri jalan-jalan hutan.

Desa Wisata Terbaik

Area Bambu via Instagram @siskaram__
Pada tahun 2017 lalu, Desa Wisata Cibuntu bahkan telah mendapatkan predikat kedua sebagai Desa Wisata Community Based of Tourism (CBT) dari Kementrian Pariwisata di bawah Bali dan di atas Jogja. Selain itu, Desa Cibuntu bahkan pada tahun yang sama juga masuk dalam 5 desa wisata terbaik di tingkat ASEAN untuk rumah tinggal pelancong. Tidak heran karena memang Cibuntu juga memiliki salah satu homestay terbaik di ASEAN yang dikenal dengan nama Homestay Teratai atau populer dengan sebutan Homestay Bu Narjo.

Lokasi dan Tiket Masuk

Camping di Area Desa via Instagram @pagergunungcampsite_cibuntu
Desa yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1000 jiwa ini berlokasi di kaki Gunung Ciremai. Jauh dari pusat Kota Kuningan, membuat suasana di desa ini begitu tenang lengkap dengan udara yang menyejukkan. Jangan heran jika datang ke sini, Teman Traveler akan menemukan banyak tenda karena tidak sedikit orang memilih untuk bermalam di area desa.
Tiket masuk wisata dibanderol sangat murah yakni Rp5.000, namun jika ingin camping Teman Traveler harus mengeluarkan budget lebih yakni Rp250.000. Meski terbilang cukup mahal, namun harga ini sudah lengkap dengan makan 3 kali. Terdapat pula kolam berenang yang bisa Teman Traveler nikmati hanya dengan merogoh kocek Rp10.000 bagi orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
Itulah beragam daya tarik yang dimiliki oleh Desa Wisata Cibuntu. Teman Traveler yang akan berlibur ke Jawa Barat khususnya daerah Kuningan, dapat merajut liburan sempurna bersama dengan keluarga di desa wisata ini. Fasilitas memanjakan lengkap dengan suasana pedesaannya begitu sayang untuk dilewatkan.

cdn1-production-images-kly.akamaized.net/LTMARJ...REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Peternak lebah madu di Desa Mumbul Sari, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kewalahan memenuhi permintaan konsumen karena volume produksi masih terbatas.

"Pada musim kemarau seperti sekarang permintaan sedang ramai karena madu yang diproduksi lebih bagus kualitasnya dibandingkan saat musim hujan," kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Geger, Girang Genem (3G) Desa Mumbul Sari Syafruddin di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/9).

KUB 3G memproduksi madu melalui teknik budi daya menggunakan rumah sarang lebah madu terbuat dari papan kayu berukuran mini.

Syafruddin mengatakan, jumlah anggotanya yang terlibat sebagai peternak lebah madu sebanyak 32 orang dengan volume produksi mencapai 400 hingga 500 liter per tahun.

Proses penjualan lebih banyak dilakukan dengan cara menerima pesanan langsung dari konsumen.

"Ada memang yang kami pasarkan di Kota Mataram, melalui Koperasi Dinas Kehutanan NTB, dan Koperasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia selaku instansi yang membina kami. Tapi jumlahnya juga terbatas," ujarnya.

Melihat peluang pasar yang cukup bagus, kata dia, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan penambahan jumlah rumah sarang lebah sebanyak 200 unit, di mana dananya bersumber dari iuran wajib kelompok.

Dengan adanya penambahan rumah sarang lebah tersebut diharapkan volume produksi akan semakin bertambah untuk memenuhi permintaan konsumen.

Namun, lanjut Syafruddin, upaya menambah skala produksi masih dihadapkan pada kendala ketersediaan pakan berupa jenis bunga yang menjadi sumber makanan lebah.

Sumber pakan yang tersedia saat ini masih sebatas pada jenis bunga pohon dadap dan pohon kapuk.

"Kami menginginkan ada aneka jenis bunga yang bisa jadi sumber pakan, sehingga mempengaruhi kualitas rasa madu. Tapi itu masih sulit kami wujudkan. Apalagi pada musim hujan, bunga agak jarang," ucapnya.

Kendala lainnya, kata Syafruddin, adalah menekan kadar air yang terkandung dalam madu sebagai akibat musim hujan.

Pihaknya memang pernah mendapatkan bantuan alat peniris madu untuk mengurangi kadar air, namun alat tersebut tidak sesuai harapan. "Alat itu tidak kami pakai lagi. Agak repot menggunakannya dan hasilnya tidak seperti yang kami harapkan," katanya.

PENGGALAN lirik lagu madu ditangan kananmu, racun ditangan kirimu bisa dibilang realita. Racun akan membunuh, sedangkan madu akan menyehatkan. Secara tak langsung cairan yang dihasilkan lebah ini memang baik bagi tubuh. Penuh nutrisi, bahkan obat penyembuh dari berbagai penyakit. Bukan hanya khasiatnya saja yang beragam, namun jenis madu juga beragam.
Jenis-jenis madu ditentukan berdasarkan sumber bunga atau tanaman habitat tempat tinggal si lebah. Seperti madu campuran, madu monoflora, madu multiflora, madu hutan, dan madu ternak.
Begitu juga dengan orang yang berwirausaha madu tidak sembarang. Namun paling tidak memiliki pengetahuan terkait produk yang akan dijajakan. Seperti Anal Fikri Aristo. Sebagai mahasiswa, Fikri begitu ia disapa cukup jeli melihat peluang usaha.
Sejak dua tahun lalu, ia mencoba menjajakan madu hutan Sekotong. Madu yang dikemas dengan brand Afa Madu kini banyak dikenal orang. Rasanya beda dengan madu lainnya. “Rasa madu beda dengan madu di toko atau yang lainnya. Bisa dibuktikan,” kata Fikri.
Menjual madu sudah dilakoni Fikri sejak dua tahun lalu. Sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Mataram Fikri banyak memiliki kerabat. Ia banyak mencoba madu, baik yang dijajakan di toko maupun yang dibawa temennya dari luar daerah. Namun tidak pernah menemukan madu hutan yang dijualnya hingga kini. “Pokoknya rasanya beda. Bisa dibuktikan apakah dicampur atau tidak,” sebut mahasiswa semester delapan ini.
Dalam usaha ia juga mengedepankan kreativitas. Madu hutan Sekotong yang dibeli menggunakan jeriken dikemas dalam botol. Yakni, isi 460 milimeter dijual Rp 150 ribu. Sedangkan isi 150 milimeter dibanderol Rp 60 ribu. “Tutup segel aluminium kita gunakan agar tidak tumpah,” terang Fikri.
Awalnya, Fikri berjualan madu hanya untuk menambah uang jajan. Namun lama kelamaan ia menekuni bisnis ini. Bahkan hingga kini ia memiliki karyawan untuk menjajakan madu kemasannya. Dalam satu bulan kata dia, tercatat 20 botol madu dengan  isi 460 milimeter laku terjual. “Tapi tidak tentu. Kadang sepuluh botol,” ujar pria yang kini lagi menyusun skripsi ini.
Lantaran harus membagi waktu. Kapan harus mengemas dan kapan ia kuliah maka saat-saat ini ia kurang fokus. Ia tidak seperti pengusaha lainnya yang bisa menitipkan madu di sejumlah pusat oleh-oleh di Kota Mataram.  Karena terbentur kuliah. Namun begitu dengan berjulalan secara online di media sosial ia banyak memiliki pelanggan. Bahkan sampai keluar daerah. “Banyak juga dipesan pejabat,”aku pria dua bersaudara ini.
Menjual madu Lombok karena banyak yang mencari. Bahkan ia melihat orang menjual madu dengan harga murah. Namun tidak asli alias dicampur. “Dari sana saya ingin menjual madu murni,” ujar pira asal Sapit, Kecamatan Suela, Lotim ini.
Jika ingin melihat madu asli atau tidak maka bisa ditumpah di dalam gelas bersama air. Jika asli maka madu tidak akan bercampur dengan air kecuali diaduk. “Madu asli juga tidak bisa beku ditaruh di dalam kulkas,” ujar pra yang kini tinggal di Dasan Agung, Kota Mataram ini.(r5/*)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.